+ (62) 087 5086 9712

admin@staiduba.ac.id

Follow Us:

Home » Berita/Artikel » Pembakaran Al-Qur’an: Harap Ada Tindak Lanjut Pemerintah, Mahasiswa STAI DUBA dan Masyarakat Turun Jalan

Pembakaran Al-Qur’an: Harap Ada Tindak Lanjut Pemerintah, Mahasiswa STAI DUBA dan Masyarakat Turun Jalan

Pamekasan – Sekitar jam 09:00 WIB, ribuan massa turun jalan dari Arek Lancor menuju gedung DPRD Pamekasan. Senin (30/01).

Aksi tersebut dilakukan dalam rangka Aksi Damai Bela Al-Qur’an oleh para mahasiswa dan masyarakat yang dilatarbelakangi oleh pembakaran salinan Al-Qur’an oleh Rasmus Paludan pada 21 Januari 2023 di Swedia dan Denmark.

Kecewa atas peristiwa tersebut dan tidak adanya respon pemerintah, mahasiswa dan masyarakat melakukan tuntutan agar pemerintah bisa bersikap tegas memproses kejadian tersebut dengan memutuskan hubungan diplomatik dan memboikot produk dengan negara dimaksud.

“Sangat disayangkan Pemerintah Republik Indonesia tidak ada tindakan tegas dalam merespon adanya tindakan biadab yang telah menyakiti umat Islam seluruh dunia tersebut.” Ucap Orator pada aksi tersebut.

Aksi tersebut diketuai oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa STAI Darul Ulum Banyuanyar, Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar, dan Ikatan Keluarga Tahfid Al-Qur’an Banyuanyar.

Perwakilan tokoh masyarakat, Drs. H. Moh. Khalil Asy’ari, menyampaikan bahwa aksi tersebut murni dari kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

“Aksi ini murni dari rasa cinta masyarakat Islam untuk membela Al-Qur’an, bukan untuk memprotes kebijakan pemerintah ataupun iming-iming politik.” Dauh beliau dalam orasinya.

Ketua DPRD Pamekasan, Halili Yasin, menerima tuntutan tersebut dengan dialog yang menghasilkan: menerima atas aspirasi rakyat atas tuntutan dimaksud.

 

Reporter: Naufal El Fany

(Pimred LPM Nun STAI Darul Ulum Banyuanyar)

Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + two =